Bisnis online telah menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia. Hal ini disampaikan oleh Direktur Ekonomi Digital Center of Economics and Law Studies (Celios), Nailul Huda.
“Kalau kita lihat data, memang untuk perdagangan secara online itu mempunyai share yang cukup tinggi terhadap ekonomi digital. Ketika perdagangan online meningkat, otomatis ekonomi digital secara keseluruhan juga akan meningkat, baik langsung maupun tidak langsung,” ucapnya dalam perbincangan bersama PRO3 RRI, Minggu (16/3/2025).
Ia mengatakan, salah satu strategi yang diterapkan platform e-commerce adalah memberikan diskon besar-besaran atau disebut strategi ‘bakar uang’. Hal ini dilakukan untuk menarik konsumen yang cenderung mencari harga termurah sebelum membeli barang.
Menurutnya, bisnis online juga menciptakan lapangan pekerjaan baru, baik di sektor logistik maupun produksi. Pelaku usaha dapat memperluas pasar mereka dari lokal ke nasional, yang pada akhirnya meningkatkan kebutuhan tenaga kerja.
“Ketika produksi bertambah, otomatis membutuhkan tambahan tenaga kerja yang bisa diserap melalui bisnis online,” ucapnya. Hal ini menunjukkan bahwa e-commerce tidak hanya meningkatkan pendapatan, tetapi juga memperluas kesempatan kerja.
Meski demikian, lanjut dia, ada tantangan yang perlu diatasi, seperti membanjirnya produk impor yang lebih murah. Ia berharap, pemerintah dapat menerapkan kebijakan yang membatasi peredaran barang impor di platform e-commerce untuk melindungi produk lokal.
sumber: https://www.rri.co.id/nasional/1394585/bisnis-online-dorong-pertumbuhan-ekonomi-digital-indonesia